Pemijahan Lele secara Alami

Umumnya pemijahan dalam usaha pembenihan dilakukan untuk melestarikan dan mendapatkan benih unggul. sedangkan untuk usaha pembesaran pemijahan dilakukan untuk mendapatkan calon indukan baru yang lebih berkualitas.

Pemijahan yang telah digunakan oleh para petani atau peternak ikan lele ada tiga macam cara yaitu :

  1. Pemijahan alami (natural spawning)
  2. Pemijahan semi alami (induced spawning)
  3. Pemijahan buatan (induced breeding)

Di artikel ini saya akan review pemijahan dengan cara alami karena cara ini lebih banyak di pilih sama petani dan peternak ikan lele. Biasanya untuk menekan dan menghemat biaya produksi.

Dalam pemijahan secara alami yang pertama kita pastikan dulu indukan telah matang Gonad. Kita lakukan pemilihan.

Ciri – Cirinya Gonad seperti apa ?

  1. Indukan ikan lele telah cukup umur untuk jantan 1 – 1,5 tahun, untuk betina 3 – 4 tahun. Ikan jantan sudah bisa menghasilkan sperma dan betina bisa menghasilkan telur.
  2. Bagian perut tampak membesar ke arah anus dan jika diraba terasa lembek.
  3. Lubang kelamin berwarna kemerahan dan tampak agak membesar. telur berwarna hijau tua dan ukurannya relatif besar.
  4. Gerakannya lambat.

Setelah mendapatkan indukan yang siap di pijahkan, selanjutnya kita siapkan kolam pemijahan berukuran 2 m x 1 m dengan ketinggian air 30 – 40 cm. air kolam pastikan bening dan lakukan pengendapan selama 1 hari.

Setelah air siap pasang kakaban sesuai dengan kapasitas kolam. Susun kakaban dengan rapi dan tindih dengan batu agar kakaban tidak mengapung.

Masukkan induk jantan dan betina ke kolam. Perbandingan jantan dan betina 1 : 1 atau 1 : 2.

Tutup kolam dengan paranet agar induk tidak melompat keluar kolam.

Siapkan kolam penetasan dan kolam pemeliharaan agar proses selanjutnya lebih siap. Pastikan air diendapkan 1 hari. Khusus kolam penetasan isi air dengan ketinggian 15 cm.

Keesokan harinya, liat kolam pemijahan. Keberhasilan pemijahan ditandai dengan adanya telur-telur yang menempel pada kakaban.

Pindahkan induk ke dalam kolam pemeliharaan yang sudah di siapkan.

Pindahkan juga kakaban ke kolam penetasan dengan cara dibalik (bagian atas saat di kolam pemijahan dibalik menjadi bagian bawah di kolam penetasan)

Satu hari berikutnya telur sudah mulai menetas.

Semoga penjelasan dalam artikel kali ini bermanfaat buat sobat, Salam sehat……tetap semangat

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai