Budidaya Maggot Lalat Bsf

Lalat BSF adalah lalat yang unik bukan seperti lalat pembawa hama seperti yang biasa kita liat. Justru sebaliknya lalat BSF ini bisa di manfaatkan oleh manusia, tepatnya saat berbentuk larva atau yang biasa di sebut maggot. Larva maggot salah satu solusi untuk mengurai sampah organik yang di hasilkan dalam lingkungan kita. Larva maggot juga baik buat pakan ternak karena tinggi protein.

Perbedaan lalat Bsf & lalat hijau

Budidaya maggot bisa menjadi peluang usaha karena budidaya ini belum banyak pelakunya. Sebagian orang bilang ternak maggot jorok dan adalagi sebagian orang karena merasa geli.

Hal pertama yang perlu dilakukan sebelum beternak maggot, siapkan kandang lalat BSF. Kandang BSF ini terbuat dari jaring dengan ukuran yang pariatif bisa 2 x 1 M, 2 x 3 M atau lebih besar silahkan temen – teman sesuaikan dengan tempat yang tersedia. Kandang ini berfungsi sebagai tempat lalat BSF untuk memproduksi telur – telur sebagai bibit Maggot.

Kedua siapkan tempat untuk lalat BSF bertelur. Buat kayu yang disusun dengan memberikan pembatas antar kayu sehingga berbentuk seperti kayu berongga.

Ketiga siapkan Biopon yang nantinya akan digunakan sebagai tempat penetasan dan pembesaran larva atau Maggot.

Setelah kandang dan media lainnya sudah siap dilanjutkan dengan proses pembibitan dan pembibitan ini sendiri ada beberapa cara.

  • Pembibitan dari Prepupa menjadi lalat BSF
  • Dari telur menjadi Larva atau
  • Memancing lalat dewasa dari alam.

Perlu di ketahui teman – teman lalat BSF jantan akan mati setelah masa kawin sedangkan lalat betina akan mati setelah bertelur. Masa bertelur lalat betina 3 hari dan lalat betina mampu bertelur 300 – 1000 telur.

Di Artikel kali ini kita bahas pembibibitan dengan cara penetasan telur lalat BSF. Telur lalat BSF bisa teman – teman beli dengan online dan biasanya hitungan jualnya per gram. Telur BSF umumnya akan menetas setelah umur 2 hari. Untuk 1 gr telur bisa menghasilkan 3 – 4 kg maggot.

Siapkan Biovon penetasan yang telah terlebih dahulu di berikan media pakan, Telur yang siap menetas ditempatkan pada satu wadah seperti saringan atau jaring dan dipasang tergantung di atas media pakan. Media pakan diberikan pada larva yang baru menetas bertujuan untuk mendapatkan perkembangan yang optimal. Media pakan lebih halus  sehingga akan lebih mudah dicerna oleh larva BSF yang baru menetas.

Setelah lima hari, larva BSF yang sudah menetas dan menjadi babby maggot pindahkan ke biovon pembesaran dan berikan media pakan limbah organik. Lakukan perawatan serta berikan pakan yang cukup agar pertumbuhan larva maggot cepat besar dan sehat. Dalam pembesaran babby maggot biasanya mengunakan 2 metode, kering dan basah.

Setelah 3 minggu maggot sudah siap di panen, Jangan lupa teman – teman saat panen pilih dan sortir maggot yang akan di jadikan bibit sehingga populasi  ternak berkelanjutan.

Prepupa yang siap di jadikan bibit kemudian masukan dalam kandang maggot dan biarkan prosesnya berjalan alami untuk menjadi lalat. Dalam kandang hanya perlu di siapkan media untuk bertelur yang tadi udah kita bahas di awal. Lalat dalam kandang tidak perlu makan.

Semoga Artikel kali ini bermanfaat buat teman – teman, jangan lupa bagikan link nya ke teman teman mu yang ada di sosial media juga ya!

Saran saya ternak maggot harus di sertai ternak lele, Unggas atau ternak lainnya sehingga bisa saling berhubungan dan bisa jadi pakan aternatif.

Salam sehat……tetap semangat

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai